Universitas Pattimura (UNPATTI) kembali menorehkan capaian akademik dengan mengukuhkan dua Guru Besar dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dalam sebuah Rapat Senat Terbuka yang berlangsung khidmat. Pengukuhan tersebut dipimpin langsung oleh Rektor Universitas Pattimura, Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd, di hadapan Senat Universitas Pattimura.

Dua akademisi yang dikukuhkan adalah Prof. Dr. Wilma Akihary, S.H., M.Hum sebagai Guru Besar dalam bidang Ilmu Linguistik, serta Prof. Dr. Kalvin Karuna, M.Pd sebagai Guru Besar dalam bidang Ilmu Didaktik Metodik Pembelajaran Bahasa Jerman.

Dalam sambutannya, Rektor UNPATTI menyampaikan bahwa pengukuhan Guru Besar bukan hanya bentuk penghargaan atas dedikasi dan capaian akademik, tetapi juga amanah besar untuk terus mengembangkan ilmu pengetahuan, memperkuat riset, dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan pendidikan, khususnya di Maluku dan kawasan timur Indonesia.

Prof. Dr. Wilma Akihary dinilai memiliki kontribusi signifikan dalam pengembangan kajian linguistik, khususnya dalam penguatan penelitian bahasa dan kebahasaan yang relevan dengan konteks lokal dan nasional. Sementara itu, Prof. Dr. Kalvin Karuna dikenal melalui dedikasinya dalam pengembangan model dan strategi pembelajaran Bahasa Jerman yang inovatif, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik.

Pengukuhan ini menjadi momentum penting bagi FKIP UNPATTI dalam meningkatkan kualitas akademik, memperluas jejaring kerja sama, serta memperkuat posisi institusi sebagai pusat pengembangan pendidikan dan kebahasaan di Indonesia bagian timur.

Rapat Senat Terbuka tersebut turut dihadiri oleh para anggota senat, pimpinan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, forkopimda serta tamu undangan dari berbagai institusi pendidikan.

Dengan bertambahnya dua Guru Besar ini, Universitas Pattimura semakin menegaskan komitmennya dalam mendorong budaya akademik yang unggul, inovatif, dan berdaya saing, sekaligus memperkuat kontribusi nyata bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan pembangunan sumber daya manusia.