Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Pattimura kembali memperkuat komitmennya dalam mendorong inovasi dan kolaborasi akademik internasional melalui kegiatan International Collaborative Workshop bertajuk “Human-Centered AI for Higher Education”. Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid, bertempat di Student Center Universitas Pattimura dan melalui platform Zoom Meeting.
Workshop menghadirkan dua narasumber, yakni Jaap van den Herik dari Leiden University, Belanda, serta Prof. Wilma Latuny, S.T., M.Si., M.Phil., Ph.D. dari Universitas Pattimura. Keduanya membagikan perspektif dan pengalaman akademik mengenai perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) serta penerapannya dalam konteks pendidikan tinggi yang tetap menempatkan manusia sebagai pusatnya.
Kegiatan diawali dengan sambutan Dekan FKIP Universitas Pattimura, Prof. Dr. I. H. Wenno, S.Pd., M.Pd. Dalam sambutannya, Dekan menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan kolaboratif yang mempertemukan perspektif akademisi dari Universitas Pattimura dan Leiden University.
Menurut Dekan, perkembangan teknologi kecerdasan buatan telah membawa perubahan yang signifikan dalam berbagai bidang, termasuk dunia pendidikan tinggi. Karena itu, perguruan tinggi perlu mempersiapkan sivitas akademika agar mampu memahami, memanfaatkan, sekaligus menyikapi perkembangan AI secara bijaksana.
Pendekatan Human-Centered AI menjadi penting karena pemanfaatan teknologi tidak hanya berorientasi pada kecanggihan sistem, tetapi juga pada kebutuhan, nilai, pengalaman, dan kepentingan manusia. Dalam konteks pendidikan tinggi, penerapan AI diharapkan dapat menjadi instrumen yang mendukung proses pembelajaran, penelitian, pengembangan kompetensi, serta peningkatan kualitas layanan akademik.
Dalam workshop tersebut, Jaap van den Herik dari Leiden University memberikan perspektif mengenai perkembangan dan tantangan kecerdasan buatan dalam dunia pendidikan tinggi. Pembahasan diarahkan pada bagaimana AI dapat dikembangkan dan dimanfaatkan dengan tetap memperhatikan peran manusia, etika, serta kebutuhan pengguna dalam lingkungan akademik.
Sementara itu, Prof. Wilma Latuny, S.T., M.Si., M.Phil., Ph.D. memberikan perspektif dari lingkungan akademik Universitas Pattimura, khususnya mengenai peluang pemanfaatan AI dalam mendukung transformasi pendidikan tinggi. Kehadiran narasumber dari kedua institusi memberikan ruang bagi peserta untuk melihat perkembangan AI dari perspektif yang lebih luas sekaligus kontekstual.
Pelaksanaan kegiatan secara hybrid memungkinkan dosen, mahasiswa, peneliti, dan sivitas akademika lainnya untuk berpartisipasi baik secara langsung di Student Center maupun melalui Zoom Meeting. Interaksi antara peserta dan narasumber juga menjadi bagian penting dalam kegiatan melalui sesi diskusi dan tanya jawab.
International Collaborative Workshop ini tidak hanya menjadi ruang berbagi pengetahuan mengenai teknologi AI, tetapi juga menjadi wadah untuk memperkuat jejaring dan kolaborasi akademik antara Universitas Pattimura dan Leiden University. Kolaborasi internasional semacam ini diharapkan dapat terus dikembangkan melalui berbagai kegiatan akademik, penelitian, inovasi, dan pengembangan sumber daya manusia.
Melalui kegiatan “Human-Centered AI for Higher Education”, FKIP Universitas Pattimura menegaskan pentingnya kesiapan perguruan tinggi dalam menghadapi era kecerdasan buatan. Teknologi diharapkan tidak menggantikan peran manusia dalam pendidikan, tetapi menjadi sarana untuk memperkuat kapasitas dosen dan mahasiswa serta menciptakan ekosistem pendidikan tinggi yang lebih adaptif, inovatif, dan berorientasi pada kebutuhan manusia.
Kegiatan ini sekaligus menjadi langkah FKIP Universitas Pattimura dalam memperluas wawasan global sivitas akademika dan membangun kolaborasi internasional yang berkelanjutan dalam menghadapi transformasi pendidikan di era digital.