Program Studi Pendidikan Matematika sukses menyelenggarakan kuliah tamu yang mengangkat tema inovatif bertajuk “Dari Gerak Tari ke Penawaran Geometri: Analisis Multimodal untuk Menelusuri Jejak Pembelajaran pada Embolized Mathematics Design.” Kegiatan ini menghadirkan Ratih Ayu Apsari, S.Pd., M.Sc., M.Pd., yang saat ini merupakan Ph.D Candidate di University of California, Berkeley, sebagai narasumber utama.
Acara ini secara resmi dibuka oleh Prof. Dr. Anderson L. Palinussa, M.Pd., selaku Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Kerjasama, dan Alumni. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya menghadirkan inovasi dalam pembelajaran matematika yang tidak hanya berfokus pada aspek kognitif, tetapi juga mampu mengintegrasikan dimensi budaya dan pengalaman kontekstual mahasiswa.
Dalam pemaparannya, Ratih Ayu Apsari mengajak peserta untuk mengeksplorasi hubungan antara gerak tari dan konsep geometri melalui pendekatan multimodal. Ia menjelaskan bahwa gerakan dalam tari tidak sekadar ekspresi seni, melainkan juga mengandung struktur matematis seperti pola, simetri, transformasi, serta relasi spasial yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar.
Melalui konsep Embolized Mathematics Design, mahasiswa diperkenalkan pada pendekatan pembelajaran yang menggabungkan pengalaman tubuh (embodied experience) dengan representasi visual dan simbolik dalam matematika. Pendekatan ini memungkinkan mahasiswa untuk menelusuri jejak pembelajaran secara lebih mendalam melalui berbagai mode, seperti gerakan, gambar, dan bahasa, sehingga memperkaya pemahaman konsep geometri.
Kegiatan kuliah tamu berlangsung interaktif dengan sesi diskusi yang dinamis. Mahasiswa menunjukkan antusiasme tinggi, terutama dalam membahas peluang penerapan pendekatan ini dalam pembelajaran di sekolah. Diskusi juga menyoroti pentingnya kreativitas guru dalam merancang pengalaman belajar yang bermakna dan kontekstual bagi siswa.
Melalui kegiatan ini, Program Studi Pendidikan Matematika kembali menegaskan komitmennya dalam mengembangkan praktik pembelajaran inovatif yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Integrasi antara seni dan matematika diharapkan dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran yang tidak hanya meningkatkan pemahaman konsep, tetapi juga menumbuhkan apresiasi terhadap budaya dan kreativitas dalam proses belajar.